Di Uni Emirate Arab Menyebarkan Rumor Merupakan Sebuah Tindakan Kejahatan

Hati-hati dalam memposting komentar atau menulis informasi di media social seperti facebook, twitter dll. di UAE mengedarkan rumor adalah sebuah tindakan kejahatan.

Dalam undang-undang no 5 yang disahkan tahun 2012 untuk memerangi kejahatan dunia maya, disebutkan bahwa mengedarkan rumor merusak tatanan social dan mengganggu kepentingan umum dan mengganggu kedamaian negara, sehingga mendorong pemerintah UAE untuk menindak pelakunya. Dalam pasal 29 menyatakan barangsiapa yang terbukti bersalah akan dihukum penjara atau denda maksimal satu juta dirham (sekitar Rp 3 milyar).




Seperti diketahui bahwa pemerintah negara-negara kaya di timur tengah yang menyebut dirinya sebagai kelompok GCC country merasa kawatir kalau revolusi Arab Spring akan masuk ke negara mereka. Arab Spring revolution yang tersebar dengan cepat berkat media social seperti facebook, twitter dan youtube telah menjatuhkan rezim yang lama berkuasa di Tunisia, Mesir dan Libya. Bahkan sampai saat ini masih terjadi perang antara rezim Basyir Assad di Syria dengan penentangnya.

Anggota dari GCC country ada 6 negara yaitu Kingdon of Saudi Arabia (KSA), Uni Emirate Arab (UAE), Qatar, Oman, Bahrain dan Kuwait. Mereka kaya karena merupakan penghasil minyak dan gas bumi utama di dunia. Meskipun berada dalam satu wilayah dalam semenanjung Arab, Yaman tidak termasuk dalam kelompok GCC country.

Bekerja dan Berkarya dari Tempat Tidur, Kenapa Tidak ?

Jika bekerja di atas meja konvensional nampak seperti pekerja keras, maka jika anda jenis orang yang suka bermalas-malas di atas tempat tidur, Jepang punya jawabannya. Meja Tidur terbaru buatan Jepang telah dilemparkan ke pasaran, memungkinkan pengguna laptop untuk bekerja sambil tiduran. Buat para penggila game yang betah-betah di kamar, nampaknya inilah yang cocok buat mereka.

Beberapa keuggulan meja tidur Jepang dibanding meja konvensional antara lain:
  • Secara nyaman bisa menempatkan laptop tepat di atas penggunanya
  • Sambil berbaring kaki bisa bergerak ke segala arah tanpa batas

image: www.kotaku.com

Diproduksi oleh perusahaan Jepang, Sanko, bidang rata dari meja ini bisa diputar 360 derajat dan sambungan kaki-kakinya bisa diputar dan dipindahkan ke berbagai posisi. Karena itu, tidak heran jika produsen meja ini mengaku bahwa meja ini bahkan bisa dialih fungsikan sebagai meja makan atau meja kursi biasa di depan sofa.


image: www.dailymail.co.uk

Dan seperti layaknya meja laptop, "meja malas" inipun dilengkapi dengan kipas yang akan mendinginkan anda dan laptop anda. Saat ini telah diluncurkan dipasaran Jepang dengan harga kisaran US$90 (8.890 yen).


image: www.dailymail.co.uk

Apakah bekerja atau membaca sambil tiduran itu aman untuk kesehatan ?

Menurut female.kompas.com tahun 2010, posisi yang paling ideal untuk membaca itu adalah meletakkkan bacaan pada sudut 60 derajat ke arah bawah dan berjarak sekitar 30 cm dari wajah. Jika ingin membaca sambil tiduran, pilihlah posisi rebah dan usahakan tubuh setengah duduk atau bersandar dan kepala tegak.

Alasan utama yang mengatkan bahwa membaca sambil tiduran itu buruk untuk mata adalah karena membaca sambil tiduran itu sulit mengontrol jarak antara obyek bacaan dan mata kita serta sudut pandangnya. Alasan yang kedua adalah ketika membaca sambil tiduran kedua mata kita tidak pada level horisontal yang sama, sehingga mengakibatkan mata lelah.




Sumber: dailymail.co.uk, kompas.com
Photograph: dailymail.co.uk, kotaku.com

Penduduk Qatar Menghimbau Untuk Mendonorkan Rambut Panjang Kepada Yayasan Anak-anak

Dalam usaha menolong anak-anak mancanegara yang telah kehilangan rambut mereka karena medikasi jangka panjang, sebuah salon di Qatar menghimbau kepada penduduk Qatar untuk mendonorkan rambut panjangnya yang telah dipotong (lock of hair).

Pada suatu acara satu hari penuh di bulan September nanti, untaian potongan rambut yang dikumpulkan oleh sebuah salon di Qatar yang bernama Glow American Salon akan disumbangkan lewat sebuah organisasi nirlaba Locks of Love yang berkedudukan di US.

Penduduk Qatar yang ingin melakukannya sendiri juga bisa menyumbangkan rambutnya ke yayasan Locks of Love secara langsung.

Yayasan itu membuat wig untuk anak-anak America dan Kanada yang menderita kerontokan rambut karena medikasi jangka panjang seperti pada kanker dan alopecia atau luka bakar yang mengakibatkan kehilangan rambut secara permanen.

Pimpinan salon Glow American Salon, Hillary Kozma, menyampaikan kepada Dohanews tentang kegiatan amal rambut panjang tersebut. Bahwa inspirasi itu datang dari seorang pelanggan wanita muda bernama Lauren yang pada suatu hari datang ke salonnya minta dipotong rambutnya untuk disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker.

Dalam emailnya kepada Dohanews waktu itu ia menuliskan:

"Kita sangat tergugah dan terinspirasi oleh hal ini, dan memutuskan untuk menyelanggarakan acara satu hari penuh untuk mendukung lebih banyak perempuan melakukan hal yang sama."

"Menunjukkan bagaimana sebuah tindakan baik oleh satu orang bisa mempengaruhi ratusan orang. Kita ingin membuat perbedaan, dan kita akan menyelenggarakan sebuah acara yang akan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membuat perbedaan juga."

Hillary menambahkan bahwa wig yang didonasikan akan membantu anak-anak untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, kebanggaannya dan untuk hidup secara wajar, sehingga penderitannya bisa berkurang.

Ketentuan donor rambut adalah sbb:

  • Panjang rambut minimal 10 inch atau lebih (kira-kira 26 cm atau lebih)
  • Rambut yang dicat atau dikeriting bisa diterima
  • Wanita dengan rambut kribo boleh mendonorkan rambutnya jika panjangnya paling tidak 10 inch ketika diluruskan
  • Rambut yang diputihkan (di-bleach) tidak bisa didonasikan
  • Hair stylish (petugas salon) akan mencuci rambut terlebih dahulu (shampo) kemudian dikepangnya sebelum rambut dipotong satu inch di atas tanda 10 inch.
  • Pendonor kemudian akan dipotong rambutnya secara free style oleh petugas salon yang kira-kira akan disediakan sebanyak 18 orang.

Acara amal ini juga akan digabungkan dengan pelelangan voucher hotel dan manicure pedicure treatment.

Sumber: dohanews


Suku Pedalaman Muncul Dari Hutan Amazon Untuk Melakukan Kontak Dengan Dunia Luar

Penduduk asli pedalaman yang hanya mengenakan cawat dan bersenjatakan parang yang terselip dipinggangnya telah muncul dari hutan tropis Amazon dan menyeberangi sungai untuk melakukan kontak komunikasi dengan dunia luar mereka, seperti yang tampak dalam dokumentasi video yang dirilis oleh otoritas perlindungan suku pedalaman Brasil.

Mereka adalah dari kelompok suku yang berbahasa Panoa dan mengadakan kontak dengan kelompok suku Ashaninka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Ervira, di wilayah propinsi Acre, Utara Brasil, dekat dengan batas wilayah Peru.

Video tersebut direkam pada 30 Juni 2014, oleh team dari FUNAI (Fundacao Nacional do Indio) sebuah lembaga nasional perlindungan dan pemberdayaan suku pedalaman Brasil. Itu merupakan hari kedua mereka mengadakan kontak dengan suku Ashaninka, sebagaimana yang dikatakan FUNAI kepada  portal berita G1 yang memposting video tersebut

Dalam rekaman video tampak seorang dari suku Ashaninka yang bercelana pendek memberikan pisang kepada dua orang suku pedalaman Panoa yang hanya bercawat.

Menurut ahli kependudukan Brasil, mereka menyeberang perbatasan karena menghadapi tekanan dari para perambah hutan liar dan para penyelundup obat-obatan terlarang.

Sebagaimana yang terlihat dalam video, mereka mengambil kapak dan parang. Salah seorang anthropologist mengatakan mereka datang untuk mencari teknologi yang mereka perlukan untuk survive

Kontak pertama dengan suku Indian Panoa terjadi pada 26 Juni, kemudian FUNAI datang ke daerah tersebut bersama dua orang penterjemah bahasa ketika mereka mengambil merekam pertemuan itu.

Salah seorang penterjemah yang bernama Jaminawa Jose Correia mengatakan, "Mereka berbicara dalam bahasa kita, saya sangat gembira kita bisa saling berbicara." Dikatakannya, "mereka mengeluarkan siulan dan suara-suara seperti binatang. Maksud kedatangan mereka adalah untuk mencari senjata dan sekutu."

"Mereka menjelaskan bahwa mereka sedang diserang oleh orang luar dan sebagian besar dari mereka meninggal dalam pelarian karena flu dan diptheria, "tambahnya kepada portal berita G1.

Sebenarnya mereka telah kembali ke dalam hutan tiga minggu sebelumnya, tetapi kemudian muncul kembali karena adanya wabah flu dan diptheria. Kelompok pejuang hak-hak Survival International mengatakan, kondisi akhir-akhir ini sangat mengkawatirkan mengingat telah pernah jatuh banyak korban pada suku pedalaman yang disebabkan oleh wabah influenza.

Hutan Amazon didiami oleh banyak sekali suku primitif yang menurut perkiraan FUNAI ada lebih dari 77 suku.

sumber: AFP, Telegraph, G1